• Home
  • Podium Yang Tertunda Bagi Dua Rider Astra Honda Racing Team Di Suzuka Jepang
Podium Yang Tertunda Bagi Dua Rider Astra Honda Racing Team Di Suzuka Jepang

Dimas Ekky Pratama tampil impresif di race pertama. Menyodok di posisi ketiga dan mencetak gap cukup lebar dengan pebalap urutan 4. Bahkan meraih fastest lap membubuhkan catatan waktu 2 menit 12,508 detik.

Sayang sekali, balap harus dihentikan gegara motor Anucha Nakcharoensri terbakar di lintasan. Balappun pun diulang lewat restart menempuh sebanyak 5 lap dengan sistem hit untuk menentukan juara. Dari akumulasi dua hit ini, Dimas Ekky berada di urutan 4.

Di race kedua, Dimas terlempar dari pebalap grup depan. Dengan usaha keras, Dimas kembali merangsak di posisi 5. Tapi, di dua lap terakhir membuat kesalahan di tikungan terakhir dan finish ke 6.

Gerry Salim memulai balap di grid 6. Start dilakukan dengan sempurna. Tapi, terlalu melebar saat memasuki Dunlop corner. Selain itu, traksi ban mulai berkurang sehingga sangat susah meningkatkan kecepatan. Di race kedua, merangsak di posisi ketiga sejak lap pertama. Setelah beberapa lap, traksi ban kembali berkurang dan tak mampu mengikuti gaya balap Gerry yang agresif. Gerry pun finish di urutan 10.

Dimas Ekky Pratama :
Race 1 : P4
Race 2 : P6
“Settingan motor sejak kualifikasi sampai balap sudah bagus. Saya mecetak waktu yang konsisten. Di race pertama, situasi benar-benar berubah ketika red flag. Di race kedua, hasilnya sangat di luar harapan. Saya mengalami kesulitan untuk menambah kecepatan di lap-lap awal. Setelah ketemu ritmenya, saya bisa mengejar di posisi 5. Tapi, kembali membuat kesalahan di tikungan terakhir. Terima kasih kepada seluruh mekanik dan tim yang sudah bekerja keras membuat setup motor sempurna. Saya minta maaf masih belum bisa mempersembahkan podium buat masyarakat Indonesia. Seri berikutnya di Sentul, saya akan berusaha merebut juara.”

Gerry Salim :
Race 1 : 11
Race 2 : 10
“Di race kedua saya berharap bisa memperbaiki keadaan. Saat warming up, kondisi trek masih basah. Saya memutuskan menggunakan ban kompon lunak. Di lap awal,  saya bisa merebut posisi ketiga dan yakin bisa berduel mencapai podium. Rupanya, di luar prediksi trek mengering dan suhu aspal kembali meningkat. Kompon ban hanya mampu bertahan hingga 7 lap. Sesudah itu saya kehilangan traksi. Terima kasih kepada seluruh tim dan pendukung di Indonesia. Saya mohon maaf masih belum berhasil mempersembahkan juara hingga seri 3 ini. Seri 4 di Sentul, saya akan berjuang lebih keras untuk mengibarkan merah putih.”

Follow Us on Twitter

Like Us on Facebook