Home » News » Penerapan Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Penerapan Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

SMK beserta stakeholder-nya merupakan partner yang strategis dalam industri otomotif di Indonesia. Peningkatan kualitas SMK untuk menghasilkan SDM yang terampil dan berkesesuaian dengan kebutuhan dunia industri otomotif, tidak terlepas dari suatu kemitraan strategis SMK dengan pelaku bisnis industri otomotif. Pada sisi lainnya, sosialisasi produk yang berupa pengetahuan dan keahlian teknik mengenai sepeda motor Honda diyakini juga akan memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif bila sosialisasi dilakukan secara formal dan terarah.

Selaras dengan butir pertama Catur Dharma Astramenjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara”, maka sebagai bentuk realisasi dari kemitraan strategis ini PT Astra Honda Motor melalui kolaborasi Technical Training Dept. – Technical Service Division dan Corporate Communication Division meluncurkan Program Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda untuk SMK.  

Kristanto selaku Head of Corporate Communication Division mengatakan sebagai produsen sepeda motor terbesar, pihaknya selalu berusaha untuk dapat menjadi perusahaan yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, termasuk di bidang pendidikan. Pengembangan KTSM Honda ini, menurut Kristanto, merupakan bagian dari upaya AHM dalam mendukung implementasi kebijakan pemerintah tentang adanya kerjasama SMK dengan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) seperti yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 0490/1992. Dengan kurikulum ini, perusahaan berharap dapat berkontribusi meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja (program link and match). 

Dalam arahannya, Wedijanto Widarso selaku Head of Technical Service Division mengungkapkan dibutuhkan suatu konsistensi dan sinergi dari semua pihak yang terlibat agar program ini dapat berjalan secara tepat sasaran dan berkesinambungan.  Keterlibatan aktif Main Dealer selaku pemegang kepentingan di daerah menjadi salah satu kunci penting kesuksesan program ini. Siklus PDCA  juga harus dijalankan yang diantaranya melalui kegiatan pemantauan, evaluasi dan audit program secara intensif dan berkala sehingga senantiasa dapat dilakukan improvement terhadap program ini. 

”Kriteria utama agar dapat ikut bergabung dalam program ini adalah SMK tersebut harus sudah memiliki program keahlian jurusan Teknik Sepeda Motor, selain tentunya ada kriteria dan ketentuan tambahan lainnya yang juga harus dipenuhi seperti yang tertera buku panduan program yang akan menjadi referensi Main Dealer dalam melakukan eksekusi di daerah”, tambah Wedijanto. 

”Penyusunan dan penyelarasan kurikulum bersama ini bersumber pada materi ajar yang dimiliki oleh Honda yaitu modul Technical Training Lv I dan Lv II dan tentunya juga mengacu pada 7 Standar Kompetensi dan 17 Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh dinas pendidikan dasar dan menengah,” papar Handy Hariko selaku penanggung jawab program dan Technical Training Dept. Head PT. Astra Honda Motor. Lebih jauh lanjutnya, kurikulum yang berlaku untuk kelas X s/d XII ini akan dibawa ke dinas pendidikan masing-masing daerah untuk mendapatkan arahan dan verifikasi.  

Keberadaan Laboratorium Honda dan standarisasinya untuk kegiatan praktek siswa, pelatihan guru-guru SMK, uji kompetensi, Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di AHASS serta keikutsertaan sekolah dalam program-program Honda di Main Dealer adalah sebagian bentuk nyata dari manfaat yang bisa diambil dari implementasi program ini

Diharapkan dengan pengetahuan dan keahlian yang didapat selama 3 tahun belajar Teknik Sepeda Motor Honda di sekolah, dapat membuka peluang bagi siswa yang bersangkutan untuk menjadi tenaga kerja siap pakai yang dapat langsung terjun dalam dunia industri otomotif (bengkel) roda dua. Kompetensi ini tentunya juga dapat dijadikan salah satu rekomendasi bagi AHASS (bengkel resmi sepeda motor Honda) sebagai salah satu dasar pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan tenaga mekanik siap pakai.  

Pada awal tahun 2012 ini, PT Astra Honda Motor mengajukan program ini sebagai salah satu kontestan dalam program Astra Friendly Company (AFC) Award 2012. Dan setelah melewati proses penyisihan yang ketat pada Maret 2012 program ini dinyatakan sebagai juara untuk kategori Achieving Universal Primary Education Program.  

Hingga akhir 2012 ini diproyeksikan akan terdapat 57 SMK Binaan Honda yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, mulai dari provinsi Aceh hingga provinsi Papua. Dan jumlah ini diyakini akan terus bertambah seiring dengan trend positif dimana program keahlian jurusan Teknik Sepeda Motor sudah menjadi salah satu jurusan favorit yang berkembang di SMK.