Motor Honda Pecahkan Rekor Best Lap Kenjeran Park
HRC Seri IV (Grand Final) 2009

SURABAYA: Mesin sepeda motor Honda semakin menunjukkan performa tangguhnya di sirkuit balap menyusul keberhasilan pembalap Tim Honda Banten Federal Oil, M. Nurgianto memecahkan rekor best lap sirkuit Kenjeran Park, Surabaya pada ajang Honda Racing Championship (HRC) 2009, Minggu (11 Oktober).

M. Nurgianto memecahkan rekor best lap Kenjeran Park tersebut saat bertanding di kelas motor bebek 125 cc Tune Up Seeded (MP2). Pembalap muda ini berhasil menyelesaikan balap dengan mencatat waktu hanya 39.224 detik. Rekor sebelumnya yaitu 39.259 detik dipegang oleh Harlan Fadilah pada ajang Indoprix 2008.

Handy Hariko, Deputy GM Technical Service Division PT Astra Honda Motor mengatakan prestasi Nurgianto pada putaran final HRC 2009 di Surabaya ini menunjukkan semakin terbuktikannya performa sepeda motor Honda di ajang balap nasional.“Kami optimis Honda di ajang balap nasional akan semakin mantap di masa mendatang,” ujarnya di sela-sela pemberian penghargaan kepada para pembalap, Minggu malam.

Putaran final HRC 2009 diikuti oleh banyak pembalap muda berbakat dari penjuru tanah Air. Di kelas Honda Bebek 125cc Standar Pemula dimenangkan oleh Dadan Alamsyah dari DAM Jabar, Subang menggunakan Honda Karisma, disusul oleh Edi Phebit dari Showa Racing Team, Bekasi menggunakan Honda Karisma, dan di posisi ketiga terdapat Yahya Oon dari Blitar Tata Indah Motor, Ponorogo.

Kelas Honda Bebek 110cc Standar Pemula dimenangkan oleh Angga PA dari DAM Federaal Oil FDR Warning Golden, Bandung menggunakan Honda Blade, disusul oleh Ahmad Fauzi dari JTHRC Agung Motor, Jakarta menggunakan Honda Blade, dan diposisi ketiga ditempati Prasetianto dari DAM Jabar SBM INK SND IRC, Bandung yang juga menggunakan Honda Blade.

Kelas Honda Bebek 110cc Tune Up Pemula dimenangkan oleh M. Zaki dari Ramayana JTHRC Cakra, Surabaya menggunakan Honda Revo, disusul Dadan Alamsyah dari DAM Jabar, Subang menggunakan Honda Blade, dan di posisi ketiga Tommy Salim dari JTHRC Honda Kartika, Surabaya menggunakan Honda Blade.

Kelas Honda Bebek 110cc Tune Up Seeded dimenangkan oleh M. Nurgianto dari Honda Banten Federal Oil dengan tunggangan Honda Blade, diikuti oleh Dellu Agung dari Stebo Racing INK menggunakan Honda Blade, dan dibelakangnya terdapat Tedy Tuahatu dari Sm@rt Indie, Surabaya yang juga mengendarai Honda Blade.

Kelas Honda Bebek 125cc Tune Up Pemula dimenangkan oleh Dadan Alamsyah dari DAM Jabar, Subang menggunakan Honda Supra X 125, disusul Yohanes Rio Purnomo dari JTHRC Dunia Motor FDR INK Federal Oil menggunakan Honda Supra X 125, dan menempel di belakangnya Marsholandi dari DAM Federal Oil FDR Warning Golden, Bandung yang setia menggunakan Honda Supra X 125.

Kelas terakhir yang tak kalah bergengsinya, Honda Bebek 125cc Tune Up Seeded, dimenangkan M. Nurgianto dari Honda Banten Federal Oil menggunakan Honda Supra X 125, di tempat kedua tampak Rey Ratukore dari BRT Indoparts KBC Federal Oil menyusul menggunakan Honda Supra X 125, dan di belakangnya Mariasan Kocex dari Honda Banten Federal Oil menempati posisi ketiga menggunakan Honda Supra X 125.

Presdir PT AHM Miki Yamamoto mengatakan untuk mengembangkan dunia balap Indonesia, perusahaan bersama para vendor komponen Honda akan mengembangkan sukucadang balap atau racing part. Langkah ini diharapkan dapat membantu pembalap yang menggunakan motor Honda agar semakin berprestasi di arena balap. "Kami memiliki komitmen besar untuk mendorong perkembangan motor sport di Indonesia," ujarnya.

Pada final HRC 2009, AHM sempat memamerkan sebuah model motor balap yang part racingnya dikembangkan oleh 15 vendor/pabrikan komponen. Kelimabelas vendor itu antara lain PT Astra Nippon Gasket Indonesia, PT Chemco Harapan Nusantara, PT Chuhatsu Indonesia, PT Denso Sales Indonesia, PT FCC Indonesia, PT Federal Izumi Manufacturing, PT Federal Karyatama, PT Federal Nittan Industries, PT GS Battery, PT Musashi Auto Parts Indonesia, PT Shindengen Indonesia, PT Showa Indonesia Manufacturing, PT Suryaraya Rubberindo Industries, dan PT Yutaka Manufacturing Indonesia.

Handy menambahkan pada putaran final HRC 2009 yang berlangsung 10-11 Oktober lalu, untuk pertama kalinya Honda membuka kelas balap eksebisi baru khusus untuk model skuter otomatik atau skutik.

Dia menuturkan memasukkan kelas matic dalam ajang balap HRC ini dilakukan AHM untuk mengapresiasi perkembangan pasar skutik yang tumbuh pesat di mana di dalamnya terdapat kalangan anak muda yang juga menyukai hal-hal yang berbau sporty-racing. "Kami berharap program ini dapat menyalurkan hobi balap para penggemar skutik Honda," ujarnya.

AHM juga membuat regulasi teknis semudah & semurah mungkin dengan harapan para 'penggila matic race' khususnya Honda bisa bergabung menyalurkan adrenalinnya di ajang HRC 2009, dengan tetap menempatkan unsur safety di dalam prioritas utamanya. Tahun depan, kedua kelas baru skutik ini direncanakan akan tetap mengisi jajaran kelas bergengsi yang diperlombakan dalam 6 seri kejuaraan HRC 2010.

(CC)

« Back to Index